Tradisi Sedekah Rami Desa Kertayu: Ribuan Lemang Jadi Simbol Syukur dan Rebutan Berkah Masyarakat


SUNGAI KERUH, Buletin jurnalis – Desa Kertayu kembali bergetar dalam nuansa adat yang kental melalui perhelatan tahunan Sedekah Rami atau yang lebih dikenal dengan Sedekah Lemang. 

Tradisi turun-temurun ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kolektif masyarakat atas melimpahnya hasil bumi, khususnya panen huma darat.Rangkaian acara dimulai di kediaman Pemangku Adat Desa Kertayu, Tarmizi. 

Suasana khidmat terasa saat prosesi memasak lemang yang melibatkan silsilah leluhur dari Tumbang Ayam Bareng Koneng, Tumaniyah, hingga Puyang Burung Jauh.

Sebelum tradisi "berebut lemang" yang ikonik dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan ritual adat di tempat keramat Puyang Burung Jauh. 

Ritual ini dipimpin langsung oleh juru kunci atau pawang, Rusli, guna memohon doa dan keberkahan bagi seluruh desa.

Camat Sungai Keruh, Hendri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata pengabdian kepada Sang Pencipta. "Sedekah Lemang atau Sedekah Bumi ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehabis panen huma darat," ujarnya saat diwawancarai oleh awak media  Hadir dalam acara tersebut, Penjabat Bupati Musi Banyuasin, H. Toha, yang diwakili oleh staf kesra Muba. 

Kehadiran pemerintah daerah yang di wakili oleh Iskandar selaku staf ahli bupati, dan aistri Wakil Bupati, Liliyani A. Rohman dan ibuk Sekda, di dampingi oleh Camat Sungai Keruh Hendri, Kepala Desa Kertayu Ratna Juwita, Kapolsek Sungai Keruh IPTU Mustahil, serta perwakilan Koramil Sekayu yang dihadiri oleh Babinsa Yuyun Sumarna.

Kepala Desa Kertayu, Ratna Juwita, menjelaskan bahwa filosofi berebut lemang adalah untuk mengambil berkah dari hasil bumi yang telah didoakan. "Sedekah ini diadakan setahun sekali. 

Setelah ziarah dari makam Puyang Burung Jauh, barulah tradisi berebut lemang dimulai di tiga lokasi utama, yang diawali dari rumah tokoh adat," jelas Ratna.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Iskandar selaku staf ahli, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memberikan apresiasi tinggi terhadap Desa Kertayu yang terus menjaga kelestarian budaya di tengah arus modernisasi. 

Tradisi ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus penguat tali silaturahmi antarwarga.

Terpantau acara sedekah bumi ini di hadiri ratusan warga masyarakat Kertayu dan sekitarnya tumpah ruah sehingga membuat jalan menjadi macet. 

Post a Comment for "Tradisi Sedekah Rami Desa Kertayu: Ribuan Lemang Jadi Simbol Syukur dan Rebutan Berkah Masyarakat"