MUBA, Buletin jurnalis - Pada saat Rapat Paripurna DPRD Musi Banyuasin A'an Cipta Mandiri Sampaikan Tentang Kesejahteraan Guru Honorer yang di gelar Pada tanggal 2 maret 2026 terdengar Suara lantang dari seorang pemuda yang menjadi wakil rakyat, memperjuangkan nasib tenaga pendidik menggema dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sekretaris Komisi IV DPRD Muba sekaligus Aleg PKS, A’an Cipta Mandiri, S.I.P., M.H., secara resmi menyampaikan interupsi tegas mendesak perbaikan kesejahteraan guru honorer, terutama guru swasta di wilayah Bumi Serasan Sekate.
Dalam interupsinya, A’an menekankan bahwa persoalan kesejahteraan guru bukan sekadar masalah administratif, melainkan bentuk keadilan nyata bagi mereka yang berada di garda terdepan pembangunan peradaban.
"Upah yang jauh dari layak dan tidak sebanding dengan beban kerja adalah realita yang tidak boleh terus dibiarkan. Pendidikan adalah investasi peradaban, dan kesejahteraan guru adalah fondasi utama kemajuan daerah kita," tegas A’an di hadapan forum paripurna.
Sebagai representasi dari Fraksi PKS, A’an menyampaikan tiga poin tuntutan utama kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Banyuasin:
Revisi Perbup Nomor 6 Tahun 2020: Mendesak pembaruan aturan yang selama ini dinilai belum mengakomodasi kebutuhan nyata para guru honorer.
Sinkronisasi Regulasi: Menyesuaikan aturan daerah dengan kebijakan terbaru dari pemerintah pusat agar tidak terjadi tumpang tindih atau hambatan birokrasi.
Insentif APBD: Menghadirkan skema insentif yang resmi, sah, dan berkelanjutan yang dianggarkan langsung melalui APBD.
A’an membandingkan dengan daerah lain yang telah lebih dulu mengambil langkah konkret. Ia meyakini, jika kesejahteraan dan mutu pendidikan dijamin oleh Pemda, visi "MUBA LEBIH CEPAT" bukan sekadar slogan, melainkan target yang optimis bisa tercapai.
Menutup penyampaiannya, A’an mengutip pesan bijak Sayyidina Ali Bin Abi Thalib: “Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tiada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”
Sikap tegas ini mempertegas komitmen PKS Muba untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dan tenaga pendidik. "Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, sampaikan dengan amal," pungkasnya.(warto)
paripurna tanggal 2 maret 2026 terdengar Suara lantang dari seorang pemuda yang menjadi wakil rakyat, memperjuangkan nasib tenaga pendidik menggema dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sekretaris Komisi IV DPRD Muba sekaligus Aleg PKS, A’an Cipta Mandiri, S.I.P., M.H., secara resmi menyampaikan interupsi tegas mendesak perbaikan kesejahteraan guru honorer, terutama guru swasta di wilayah Bumi Serasan Sekate.
Dalam interupsinya, A’an menekankan bahwa persoalan kesejahteraan guru bukan sekadar masalah administratif, melainkan bentuk keadilan nyata bagi mereka yang berada di garda terdepan pembangunan peradaban.
"Upah yang jauh dari layak dan tidak sebanding dengan beban kerja adalah realita yang tidak boleh terus dibiarkan. Pendidikan adalah investasi peradaban, dan kesejahteraan guru adalah fondasi utama kemajuan daerah kita," tegas A’an di hadapan forum paripurna.
Sebagai representasi dari Fraksi PKS, A’an menyampaikan tiga poin tuntutan utama kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Banyuasin:
Revisi Perbup Nomor 6 Tahun 2020: Mendesak pembaruan aturan yang selama ini dinilai belum mengakomodasi kebutuhan nyata para guru honorer.
Sinkronisasi Regulasi: Menyesuaikan aturan daerah dengan kebijakan terbaru dari pemerintah pusat agar tidak terjadi tumpang tindih atau hambatan birokrasi.
Insentif APBD: Menghadirkan skema insentif yang resmi, sah, dan berkelanjutan yang dianggarkan langsung melalui APBD.
A’an membandingkan dengan daerah lain yang telah lebih dulu mengambil langkah konkret. Ia meyakini, jika kesejahteraan dan mutu pendidikan dijamin oleh Pemda, visi "MUBA LEBIH CEPAT" bukan sekadar slogan, melainkan target yang optimis bisa tercapai.
Menutup penyampaiannya, A’an mengutip pesan bijak Sayyidina Ali Bin Abi Thalib: “Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tiada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”
Sikap tegas ini mempertegas komitmen PKS Muba untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil dan tenaga pendidik. "Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, sampaikan dengan amal," pungkasnya.(sulistiawati)

Post a Comment for "A'an Cipta Mandiri Sampaikan Nasip dan ke Sejahteraan Guru Honorer "